Rabu, 12 September 2018

Namanya, Dik Uus.

Jangan minder, Nduk. Jangan berkecil hati. Senyum dan bersyukurlah :)

Dik Uus kala itu yang tak pandai tersenyum. Akhirnya setelah 17 tahun setelah foto itu, Dik Uus bisa pandai tersenyum walau terkadang dalam malam yang sunyi Dik Uus bisa menangis dan sedih.Terimakasihku untuk Dik Uus yang bisa melewati masa-masa kelam itu dengan kuat. Terimakasih untuk Dik Uus yang selalu bertahan dan cuek terhadap cacian orang lain.

Masa kecil yang bahagia mungkin jauh dari bayangan Dik Uus, tapi sekarang Dik Uus sudah bisa merasa bahagia dan bersyukur atas 22 tahun ini.

MASA-MASA INDAH ITU AKAN TIBA DIK UUS, BERJUANGLAH DAN BERTAHANLAH

Solo Kala Itu

Pernah ingin pergi tapi tak tahu arah dan tujuan? Mending jalan-jalan ke Kota Solo naik kereta api. Hehe.

Pernah sesekali aku ingin pergi sendiri dan sesekali ingin mengajak teman untuk menemani langkah ini. Seperti ke Solo kala itu bersama temanku. Dia belum pernah naik kereta api Prameks sebelumnya. Sehingga perjalanan ke Solo kala itu sangat berkesan untuknya. Sedangkan untukku? Ya, aku mensyukurinya. Menemani perjalanan seseorang untuk yang pertama kali itu sangat mengagumkan.

Sebenarnya, ini juga pertama kali aku pergi ke Solo dan mencoba menjelajahi Kota Solo dengan jalan kaki. Hampir puluhan kilometer langkah kaki ini memutari Kota Solo dan kembali ke Stasiun Purwosari. Aku yakin, suatu saat nanti aku akan kembali mengingat momen ini. Berjalan jauh tanpa arah dan tujuan namun berasa sangat melegakan. Semoga langkah kaki ini akan segera bertemu dengan muaranya. :)



Minggu, 02 September 2018

ADMINISTRASI GURU

Hari Senin kali ini aku free mengajar karena sistem blok yang digunakan oleh sekolah memang menguntungkan. Hari ini mempunyai target untuk membuat administrasi guru yang akan digunakan untuk supervisi. Alhamdulillahnya, pagi ini aku dan Bu Linda dapat kelas tambahan memasak di dapur *eh.
Supervisi Guru
Dilema menjadi guru profesional adalah kapan harus memprioritaskan sesuatu. Administrasi yang sangat banyak dan menyiapkan materi mengajar dengan sebaik-baiknya. Kadang diri ini jadi suka mengeluh tak berkesudahan, lagi buat materi mengajar dan ternyata banyak administrasi yang harus dikerjakan. HOW TO FIX THIS CASE?

Innamal a'malu binniat~ segala sesuatu amal itu tergantung niatnya

Kembali ke pribadi masing-masing, dan intinya tetap satu "NIAT IKHLAS LILLAHI TA'ALA". Biarlah tuntutan menjadi guru profesional itu setinggi gunung, semoga Alloh kuatkan dengan kemampuan diri untuk melalui semua itu dengan baik.

Semua hal kalau sudah dikembalikan ke Allah, insyaAllah akan dapat cahaya dan akan dapat kemudahan. Kuatkan iman, tertibkan ibadah, istiqomah di jalan Allah. Udah serahun ke Allah. :)
"Aku tidak pernah tahu mengapa Allah menempatkanku pada posisi ini. Menjadi guru elektronika yang sebenarnya tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Menjadi seorang pembelajar dari tiap kejadian yang membuatku bertahan. Aku menjadi kuat karena Allah Sang Pembuat Skenario yang telah memilihkan jalan cerita kehidupan ini dan aku hanya berharap agar kita bisa kembali menghadap pada-Nya dengan kondisi terbaik, khusnul khotimah. aamiin"
 Sudah, niatkan ibadah. Kerjakan dari sedikit. MANJADDWA WAJADA!

Seninku CERIA

Alhamdulillah, minggu berat sudah terlampaui. Lho, kok minggu berat? Sebenarnya bukan minggu berat, hanya saja amanah dan tanggung jawab setiap minggunya berbeda. Minggu kemarin harus mengajar 2 kelas sekaligus. Kelas X dan XI Elektronika Industri mempunyai jadwal yang bersamaan. Hanya saja memang diuntungkan dengan jadwal blok, Senin Selasa adalah jadwal kelas X untuk praktik dan Rabu-Jumat adalah jadwal untuk kelas XII.
Jadwal XI EB

Jadwal X EC

 Pernah beberapa kali aku mengatakan capek, lelah, letih, dan tidak bisa kalau mengajar dua kelas sekaligus dengan metode teaching factory ini. aku hampir menyerah. Tapi, alhamdulillah aku hanya perlu terbisa sebentar dan bersabar sebentar saja.

Nasihat untuk diriku adalah "Tetap menjadi pribadi yang gigih untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Harus bersabar dan semangat!"

Rabu, 15 Agustus 2018

Rutinitas Baru (dimulai)

Alhamdulillah, setelah PPG selesai akhirnya aku bisa memulai langkah kembali di SMK Negeri 1 Kota Magelang. Sekitar 10 bulan aku berjuang di Kota Pelajar demi menyelesaikan pendidikan tambahan agar dapat menjadi pendidik yang profesional. Aku bersyukur bisa melalui waktu yang berat itu dan inilah waktunya untukku mengabdi.

Aku sebenarnya bingung mau menulis dari sisi yang mana. Setelah berhenti menulis selama berbulan-bulan karena fokus PPL dan persiapan ujian PPG, dan disinilah aku mengawali hari-hari baruku. Menjadi Guru Teknik di almamaterku dulu, guru elektronika industri. Apakah aku saat ini sedang bermimpi?

Yap. Aku sedang bermimpi untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Eh, tidak hanya bermimpi, aku sedang mewujudkannya. Menjadi guru bukanlah suatu kebetulan karena selama ini aku memang ingin sekali memerjuangkannya.

AND WELL YEAH~~
Rutinitas dari bangun tidur hingga mau tidur lagi menjadi seperti itu lagi. Ritmenya masih belum bisa kuikuti dengan baik. Rasa lelahnya masih belum bisa kukenali, rasa sepinya masih ada dan selalu ada. Selamat tinggal kos-kosan, selamat tinggal ngobrol cerita ngalor-ngidul sampai tengah malam, selamat tinggal jalan-jalan ngga jelas, selamat tinggal dan selamat tinggal Yogyakarta. Aku akan merindukanmu..

Then, Aku siap untuk rutinitas harian ini dan aku akan mempersiapkan segala halnya dengan sangat baik. Apalagi mulai saat ini aku harus mempersiapkan menjadi anak asing (eh, maksudnya jadi istrinya orang). Bagaimana jika besok aku akan menikah? Jika dengan diriku sendiri saja aku masih belum tuntas mengurusnya. bagaimana jika besok ada yang bilang ke Bapak untuk meminangku? Sedang aku masih belum siap lahir dan batin. Yeah, aku sangat bersyukur masih bisa belajar dari Ibu. Bangun pagi sebelum subuh dan menyiapkan segala hal untuk ke sekolah dan sorenya pulang ke rumah. Udah gitu aja. :D

WELCOME TO THE NEW ACTIVITY, USWAHSHOLIHAHH
YOU CAN PASS THIS EXAM :)

Jumat, 20 Juli 2018

Pejuang Tangguh itu Aku!


Setahun yang lalu. Mei 2017 aku memulai untuk menjalani 
Universitas Kehidupan. Setelah lulus kuliah S1 dan Wisuda Mei 2017, aku harus menentukan banyak hal tentang karir tentunya.
Alhamdulillah, Allah berikan kemantapan hati untukku. Allah yakinkan aku untuk menjadi seorang guru. Ya, Guru SMK di jurusan Elektronika. Allah berikan jalan terbaik untukku sampai detik ini. Dan, akhirnya setahun sudah sejak mimpi-mimpi yang kutulis dengan kertas origami berwarna itu.

2017. Di awali dengan wisuda S1 dan mengajar di SMKN 1 Magelang selama 4 bulan, akhirnya aku mulai belajar lagi. Karir year, 2017~ Aku diterima program PPG Prajabatan Bersubsidi (Pastinya semua biaya pendidikan gratis tis). Umurku 22 tahun saat itu dan saat ini masih menuju 23 tahun.

Banyak hal yang telah dilalui, dan sombongnya dan angkuhnya tak jarang aku lupa. Bahwa semua nikmat ini hanya titipan dari Allah SWT. Semua ini bisa terjadi karena Allah sudah berkehendak. Allah ingin melihat usahaku dan Allah sebenarnya sedang mengujiku dengan amanah menjadi seorang guru. Menjadi pendidik bukanlah hal yang mudah. Alih-alih menjadi profesional teacher dengan gelar tambahan Gr., Ini adalah amanah. Tidak boleh sombong wahai diri yang hina ini. Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan agar menjadi orang yang bermanfaat di bidang pendidikan. Tidak boleh menyerah, ada Allah. Niatkan semua karena Allah, niatkan untuk menegakkan Agama Allah, Islam. Berkarya dan berjuang di jalan Allah. Istighfar terus jika niatnya berbelok. Sadar diri, kalau mati pasti akan datang.

Dan Akhirnya, tiba saatnya tahun 2018. Aku menyebutnya Mengabdi Year. Yap. Mengabdi. Di manapun tempatnya. Setelah hampir satu semester mengajar di SMK 2 Yogyakarta tanpa di bayar karena program PPL, tinggal saatnya untuk bangkit kembali. Menata niat agar Allah selalu jadi tujuan utama. Agar akhirat selalu menjadi panutan. Kini saatnya harus berjuang untuk menyelesaikan program PPG dengan sebaik-baiknya. Allah tidak pernah tidur. Allah sedang melihatku berjuang untuk lulus. Allah membantuku untuk tetap berjuang hingga titik darah penghabisan.

Tidak hanya itu, Allah menyiapkan pundak yang lebih keras dan kuat untukku agar lebih banyak belajar lagi untuk ROAD to PNS. Tapi Allah memberikan ku ruang agar memahami dan mengerti “mengapa menjadi PNS?”. PNS bukanlah segala-galanya. PNS adalah hadiah untuk para pejuang kehidupan yang berkah. PNS adalah kado untuk para pembelajar sejati. Bukan hanya ingin jabatannya diakui negara, bukan hanya ingin pengabdiannya dihargai negara, Namun ingin menjadi seseorang yang berjuang dengan ikhlas dan selalu menebar kebaikan.
Alhamdulillah, Allah pasti akan beri jalan untuk target 2018. MANJADDA WAJADA. INNALLAHA MA'AN~

Semoga, suatu saat nanti aku akan berdiri tegar dan berkata pada diriku sendri "PEJUANG TANGGUH ITU AKU". 

Sabtu, 21 Juli 2018.
(Saat sedang lelah untuk belajar persiapan UKMPPG 28 Juli dan CPNS)
Pasti Bisa!
Harus Bisa!

You can do it!

Minggu, 17 Juni 2018

TAKDIR

Bismillahirrokhmanirrokhiim :)

Apa kabar hati? Masihkah kamu bersedih atau sedang berbahagia? 
 -----------------------------------------------------------

Entahlah, saat ini aku sedang terdiam membisu. Hari ini aku ingin pergi sejauh mungkin. Hari ini juga aku ingin berteriak sekeras mungkin. Ya, aku hanya perlu istirahat sebentar saja dari kesibukan lebaran ini. Bertemu dengan banyak orang mungkin membuatku berfikir lebih dalam lagi. Aku takut, jika aku hanya memandang kehidupan ke atas dan lupa memandang ke bawah.

Aku mulai mencoba mematikan ponselku agar aku tidak menerima pesan singkat di WA. Aku mencoba melakukan aktivitasku seperti biasanya. Apa yang beda dengan hari ini? Aku tidak berhenti menangis. Dalam diampun aku menangis. Walau jika ada orang lain aku bisa menahan air mata itu, tapi kini aku menikmati kesendirianku.

23 tahun yang lalu, saat aku berumur 4 bulan di perut mama Allah telah menuliskan takdirku di lauhul mahfudz. Aku diberikan nyawa oleh Allah dan 9 bulan diperut mama akhirnya aku lahir di dunia. Yang aku tahu, aku tidak bisa memilih lahir dari rahim siapa. Aku tidak bisa memilih lahir di bumi bagian mana. Aku tidak bisa memilih lahir menjadi laki-laki atau perempuan. Alhamdulillah, semua perjuangan 23 tahun ini tidak sia-sia. Aku lahir dari perut mama, Ibu yang sangat luarbiasa.

Entah, aku terlahir dari keluarga yang serba kekurangan, aku lahir dengan segala kekurangan yang selalu mereka katakan padaku, aku lahir sebagai anak yang tidak secerdas anak-anak lain. Aku pernah menyerah, aku pernah malu dengan apapun yang kupunya. Aku tidak jarang mengeluh karena banyak hal yang aku ingini dan tidak bisa kudapatkan, sedang teman-temanku selalu dengan mudah mendapatkannya. Aku tidak jarang menangis karena aku hidup dikeluarga yang tidak sebagus keluarga teman-temanku. Aku tidak jarang sedih, dengan segala yang aku punya.

TAKDIR. Aku terdiam. Aku ingin menemukan diriku sendiri. Aku sedang ingin belajar mensyukuri takdir.
Takdir adalah salah satu rukun iman yang harus ku yakini. Bagaimana aku menjadi Islam, jika aku tidak meyakini takdir dari yang Maha Kuasa? 

Jadi, pelajaran hari ini bukan tentang menemukan diri sendiri namun tentang belajar meyakini iman yang ke-6. Takdir.

Apapun yang terjadi hari ini sudah tercatat di lauhul mahfudz. Tidak perlu risau jika hari ini harus bersedih karena diri sendiri. Tidak perlu kecewa telah terlahir di dunia. Everything will be okay, Uswa. Dunia boleh mencaci diriku, tapi aku yakin bahwa semua akan berlalu. Bersabarlah.

Mengakhiri

Sunyi sepi, dan sendiri mengajarkan banyak hal--- paling utama adalah mengenal diri sendiri. ternyata, mengakhiri dengan baik-baik itu leb...