Belajar dari perjalanan yang memberikan kesempatan untuk memaafkan dan mengikhlaskan.
Senin, 11 Maret 2019
6 JANUARI 2019 "KUAT"
{
.
Kamu tahu? Salah satu ilmuan yang sangat berpengaruh besar pada abad ke-20 dengan mempopulerkan teori evolusi? Ya, Charles Darwin di buku yang berjudul On The Origin of Species.
Teori spesies yang kita dengar yaitu kalimat “survival of the fittest.” Darwin mengungkapkan fakta bahwa individu yang bisa beradaptasi dengan lingkungannya mempunyai kesempatan lebih besar untuk bereproduksi dan meninggalkan sifat-sifat yang dapat diturunkan pada generasi berikutnya.
Teori ini juga berlaku untuk manusia yang berjuang hidup di bumi. Siapapun yang lebih kuat, dia akan bertahan. Walaupun harus beradaptasi dengan lingkungan yang keras, berdiri panas-panasan di pinggir jalan menawarkan makanan, ataupun mengetuk pintu setiap orang menjajakan barang.
Bagi yang sudah terbiasa hidup keras akan berjuang agar generasi berikutnya lebih baik, mereka berevolusi. Mereka berjuang lebih keras agar bisa bertahan dan tidak punah.
Seperti yang dikatakan Ulama Besar, Buya Hamka "kalau manusia hidup hanya sekedar hidup, babi hutan pun hidup. Kalau manusia hidup sekedar bekerja, kera pun juga bekerja". Prinsip agar bertahan hidup yaitu dengan paham bahwa hidup tidak hanya untuk makan dan tidur, namun makan dan tidur untuk hidup yang lebih berguna. Pun bekerja, bekerja tidak hanya melulu mencari uang, namun bekerja untuk memberikan manfaat untuk banyak orang.
Semoga siapapun yang sedang bertahan dari kerasnya hidup kini, Tuhan berikan kekuatan yang lebih besar. Tetap tersenyum walau dunia terasa kejam dari biasanya. Everything gonna be okay, right? :)
}
#30hbc
#30hbc19
#30hbc1906
#30haribercerita
5 JANUARI 2019 "MENUNGGU"
{
.
Sebentar saja.
.
Ku pandangi senyum manis di sudut ruangan itu. Itu terakhir kali perjumpaan kita ya? Adakah kesempatan untuk kita berjumpa kembali?
.
Bertahun-tahun berteman dengan "menunggu". Bukankah semua yang hidup sedang menunggu giliran untuk kembali?
.
Bedanya, banyak dari kita lupa hakikatnya menunggu. Semua yang berhubungan dengan menunggu adalah waktu. Waktu berperan penting dalam proses itu.
.
Layaknya lampu lalu lintas, ada saatnya kita berhenti sejenak. Kemampuan menunggu kita bisa dilihat saat lampu lalu lintas merah. Bagaimana sikap kita saat menunggu lampu merah dengan timer dan tanpa timer?
.
Sama-sama menunggu, bedanya kita tahu berapa lama akan menunggu ada yang tidak. Hey, bukankah kita sama-sama bermain dengan waktu? .
Setiap hal yang kita tunggu pasti akan datang. Entah berapa lama kita bermain dengan waktu. Hanya saja saat menunggu akankah kita selalu berjuang atau hanya duduk diam?
.
Selalu ada waktu untuk berhenti sebentar saja untuk mempersiapkan hal-hal terbaik. Jika dia yang memiliki senyum manis itu adalah hal terbaik untukku, dia pasti akan datang. Mungkin aku dan kamu bisa bertemu di lampu merah yang sama? Di waktu bersamaan? Bahkan kita sedang menuju alamat yang sama?
.
Aku tahu, tidak semua pertanyaan harus dijawab sekarang. Kita cuma perlu waktu untuk menemukan jawaban itu. Jangan lelah menunggu, istirahatlah di kala menunggu walau hanya sebentar saja.
.
Aku yang berbahagia hanya karena kau telah lahir di dunia. :)
}
#30hbc
#30hbc19
#30hbc1905
#30haribercerita
4 JANUARI 2019 "GENDUT"
{
Cerita ini ku dedikasikan untuk masa kecilku. Masa kecil yang biasanya penuh dengan canda tawa dan selalu bahagia. Bagiku, masa kecilku berbeda dari kebanyakan anak. Entah, mungkin ini yang membuat aku tidak percaya diri sejak kecil.
.
Sejak dulu aku berperan sebagai tokoh gajah dalam cerita fabel bersama teman-teman ku. Kalau ada yang jadi kucing, tikus, kelinci, pasti aku selalu jadi gajah. Ya, karena dalam lingkaran pertemanan TK, SD, SMP, SMK, Kuliah, bahkan saat kembali jadi pendidik pun aku masih berperan jadi Gajah. Ya, aku identik gendut.
.
Kalau diingat-ingat, aku tidak ingat sama sekali masa kecilku. Aku tahu cerita masa kecilku dari orangtuaku, mbak, mas, simbah dekat rumah, dan tetanggaku.
.
Kata orang tuaku, dulu pas kecil aku pernah keracunan (meses seres : sebutan mereka) hingga tak ingin hidup lagi, pernah jatuh saat gelantungan hingga tak sadarkan diri, punya penyakit keongen (bahasa kedokterannya aku tidak tau) yang membuat aku tak bisa punya rambut panjang, ketabrak vespa, dls.
.
Dua alasan yang membuat aku tak ingin hidup lagi, penyakitan dan gendut. Alhamdulillah, saat ini diberikan kesehatan namun masih gendut.
.
Bagaimana jika menjadi bagian minoritas dalam lingkaran mu? Minder? Kurang PD? Keterbatasan? Iya, aku minder. Untuk bicara di depan kelas saja harus berfikir 100 x. Tapi setelah masuk usia 16 tahun, aku menemukan diriku. Aku menemukan potensiku. Aku sudah tak malu lagi.
.
Butuh proses panjang untuk menerima perbedaan pada diri sendiri. Mungkin aku akan dengan mudah menerima kondisi orang lain yang berbeda. Tapi jika perbedaan itu pada diriku? Susah. Butuh waktu ± 10 tahun untuk paham tentang itu.
.
Aku jadi paham, gendut, kurus, minus, bahkan ada yang tuna netra, tuna rungu, bukan lagi sebuah kekurangan. Karena aku sadar, kami yang punya label tersebut sebenarnya tidak ingin lahir berbeda. Bagaimana jika di bumi semua orang itu ideal? Sempurna di mata manusia? Tidak akan ada yang bersyukur karena terlahir dengan mata bisa melihat, telinga bisa mendengar.
.
.
.
Hey, bangun. Hidup hanya sekali. Tidak boleh minder hanya karena berbeda dengan kebanyakan orang.:)
.
(KuJugaMauKurusLho)
}
#30hbc
#30hbc19
#30hbc1904
#30haribercerita
3 JANUARI 2019 "FINANSIAL"
{
Pasti pernah dengar kan tentang petuah "Uang bukanlah segalanya, namun segalanya butuh uang"? Ya, benar. Aku sering dengar petuah tersebut dan menurutku benar juga.
.
Saat mau minum, makan, bahkan untuk buang air kecil saja kita perlu uang. Entah, mau mengelak kalau uang itu tidak penting, silakan buktikan saja. Bahkan, saat kita mau minum dari air sumur pun kita masih butuh alat untuk mengambilnya. Alatnya kita peroleh dengan uang.
.
Jadi, bagi orang peminta-minta di jalanan itu wajar tidak? Mereka pasti butuh uang sampai-sampai mengorbankan harga diri mereka. Namun uang yang akan datang ke mereka mungkin bernilai sangat kecil atau yang biasanya kita sebut dengan "recehan".
.
Apakah yang mereka butuhkan adalah uang banyak? Pun juga bagi kita. APAKAH KITA BUTUH UANG YANG BANYAK? Yang nominalnya tidak hanya ratusan rupiah, namun jutaan atau mungkin milyaran. Sebentar, coba kita berhenti sejenak.
.
Seorang guru pernah mengatakan "untuk menilai manusia, coba berilah dia uang. Dengan begitu kita bisa menilai sifat aslinya. Kadang manusia tidak mensyukuri dengan nominal yang tidak akan pernah membuat kepuasan. Apalagi dengan jumlah yang sedikit, masih banyak yang mengeluh".
.
Jadi, bagi peminta-minta di jalanan itu, mau di beri uang sebanyak apapun tidak bisa membuat mereka merubah sifatnya. Uang boleh banyak, namun kebutuhan manusia tidak terbatas. Uang bisa habis, namun kebutuhan selalu tiada habisnya. Mereka butuh tempat agar potensi mereka bisa membawa kebermanfaatan dan menghasilkan uang. Semua memang tidak mudah, tapi kita bisa memulai dari diri kita sendiri. Kalau belum bisa jadi tangan di atas, nggapapa~ asal jangan sampai jadi tangan di bawah.
.
Karena~
Uang tidak merubah sikap dan sifat seseorang, namun ia bisa menunjukkan sifat asli seseorang.
.
}
#30hbc
#30hbc19
#30hbc1903
#30haribercerita
2 JANUARI 2019 "SELANGKAH"
{
Jam dinding menunjukkan pukul 06.10 WIB. Bergegas aku mengambil ranselku dan naik sepeda motor. Sepagi itu Bapak sudah pergi ke sawah dan Ibu sudah selesai masak. Aku langsung menyalami Ibu dan berpamitan pergi ke sekolah.
.
Hari ini, pertama masuk sekolah semester genap di tahun 2019. Dulu, saat masih jadi siswa dan masuk semester baru, aku selalu berangkat pagi sekali. Aku sudah rindu ingin bercerita apapun itu pada teman sebangku. Kini setelah jadi guru semua terasa sama tetapi ada sesuatu yang berbeda, bertemu dengan murid-murid.
.
Hari pertama masuk sekolah menjadi hari permulaan bagi semua orang. Kulihat banyak Ibu sudah bangun pagi untuk menyiapkan makan untuk anaknya. Ibu selalu berperan penting dalam setiap harinya. Memastikan anaknya tidak kelaparan, memastikan semua perlengkapan dengan sangat tepat.
.
Tidak lupa seorang Bapak. Pagi-pagi sudah berangkat bekerja, tidak lupa sembari mengantarkan sekolah anak-anaknya. Tiba di sekolah, Sang Bapak menyalami dan bertanya singkat pada anaknya "Sudah diberi uang saku? Tidak ada yang ketinggalan kan?". Anaknya membalas dengan senyum dan jawaban singkat "sudah, Pak. Masuk dulu ya? Assalamualaikum".
.
Di terminal tadi, kulihat bapak sopir angkutan sumringah. Jam setengah tujuh pagi angkutannya sudah penuh, bahkan ada beberapa siswa yang berdiri di depan pintu angkutannya. Angkutan itu dipenuhi oleh banyak siswa dari banyak sekolah.
.
Sesampai di sekolah, kulihat ibu kantin sudah sibuk dengan makanannya. Menata makanan dengan rapi, sudah mulai menggoreng tempe, kuah soto yang membuat perutku keroncongan. Tidak hanya itu, beberapa siswa sudah duduk di depan kantin sambil menyantap sarapannya.
.
Hari ini kulihat semua orang sedang MEMULAI menyambut hari terbaiknya. Semua dilakukan dengan sempurna tak kurang sedikitpun. Anak-anak sekolah, orang tua, sopir angkutan, bahkan sampai ibu kantin memberikan senyum termanisnya untukku hari ini.
.
Selangkah. Mereka memberikan pembelajaran yang sangat mendalam bagiku, memulai banyak hal dengan senyuman. Akhirnya, aku percaya~ Sesulit apapun jalan hidupku, yang perlu kulakukan adalah MEMULAI SELANGKAH dengan senyuman. :)
.
}
#30hbc
#30hbc19
#30hbc1902
#30haribercerita
1 JANUARI 2019 "MEMAAFKAN"
{
Alhamdulillah, hari baru telah tiba. Setelah resmi dilepas oleh Rektor UNY pada hari terakhir di tahun 2018. Aku duduk terdiam melihat sahabat seperjuangan ku tersenyum lega.
.
Hari ini adalah hari baru untukku. Hari terakhir liburan semester ganjil dan esok siap untuk mengabdi kembali. Oya, perkenalkan namaku Uswatun Khasanah. Sudah hampir 2 tahun mengabdi di SMK Negeri 1 Magelang. Biasanya kalau di sekolah dipanggil Bu Uswa. Pernah saat mengabdi di SMK Negeri 2 Yogyakarta punya nama panggilan unik, "Bubu". .
Setelah lulus pendidikan profesi, aku kira akan lebih mudah tes CPNS untuk guru. Nyatanya tidak. Aku gagal di tes CPNS 2018. Aku gagal. Pernah terbesit di dalam hati begini "terus apa gunanya yang sudah bersertifikat pendidik dan yang tidak?".
.
Ternyata 2018 menyisakan banyak pembelajaran. Pembelajaran paling mengena yaitu tentang MEMAAFKAN. Aku banyak sekali membuat kesalahan. Keputusan-keputusan yang kuambil tidaklah berakhir seperti yang diharapkan. Aku down, aku gagal, aku terpuruk, dan aku sendiri.
.
Tiba-tiba aku menemukan sebuah surat yang ditulis tangan oleh kakak kelasku saat SMK. Ada sebuah pesan yang sangat mendalam seperti ini:
"Kalau yang kita inginkan harus kita miliki & terpenuhi, darimana kita belajar untuk ikhlas dan bersabar. Darimana kita belajar mengenal Allah, taat kepada Allah~ jikalau hidup kita senang dan bahagia terus.. Kalau doa-doa kita segera dikabulkan darimana kita belajar Istiqomah dalam beribadah.
.
Kadang kebenaran dan kenyataan itu memang sakit, sulit dan pahit. Tapi kita tidak boleh kufur. Nduk, cobalah belajar memaafkan dirimu sendiri. Kamu boleh jadi mudah memaafkan kesalahan orang lain, kini saatnya kamu belajar memaafkan dirimu sendiri."
.
Begitulah kiranya pesannya. Saat aku gagal, aku boleh sedih. Tapi hanya untuk sementara. Setelah itu, aku hanya perlu MEMAAFKAN diriku sendiri. Aku boleh jadi gagal sekarang, tapi aku sudah maafkan diriku. ~Kini, di hari yang baru, di tahun yang baru, semoga harapan baik itu akan terwujud satu persatu~
}
Teruntuk @30haribercerita terimakasih banyak sudah memberikan pembelajaran tentang memaafkan. Menulis adalah salah satu cara untuk memaafkan.
#30hbc #30hbc1901 #30haribercerita
Alhamdulillah, hari baru telah tiba. Setelah resmi dilepas oleh Rektor UNY pada hari terakhir di tahun 2018. Aku duduk terdiam melihat sahabat seperjuangan ku tersenyum lega.
.
Hari ini adalah hari baru untukku. Hari terakhir liburan semester ganjil dan esok siap untuk mengabdi kembali. Oya, perkenalkan namaku Uswatun Khasanah. Sudah hampir 2 tahun mengabdi di SMK Negeri 1 Magelang. Biasanya kalau di sekolah dipanggil Bu Uswa. Pernah saat mengabdi di SMK Negeri 2 Yogyakarta punya nama panggilan unik, "Bubu". .
Setelah lulus pendidikan profesi, aku kira akan lebih mudah tes CPNS untuk guru. Nyatanya tidak. Aku gagal di tes CPNS 2018. Aku gagal. Pernah terbesit di dalam hati begini "terus apa gunanya yang sudah bersertifikat pendidik dan yang tidak?".
.
Ternyata 2018 menyisakan banyak pembelajaran. Pembelajaran paling mengena yaitu tentang MEMAAFKAN. Aku banyak sekali membuat kesalahan. Keputusan-keputusan yang kuambil tidaklah berakhir seperti yang diharapkan. Aku down, aku gagal, aku terpuruk, dan aku sendiri.
.
Tiba-tiba aku menemukan sebuah surat yang ditulis tangan oleh kakak kelasku saat SMK. Ada sebuah pesan yang sangat mendalam seperti ini:
"Kalau yang kita inginkan harus kita miliki & terpenuhi, darimana kita belajar untuk ikhlas dan bersabar. Darimana kita belajar mengenal Allah, taat kepada Allah~ jikalau hidup kita senang dan bahagia terus.. Kalau doa-doa kita segera dikabulkan darimana kita belajar Istiqomah dalam beribadah.
.
Kadang kebenaran dan kenyataan itu memang sakit, sulit dan pahit. Tapi kita tidak boleh kufur. Nduk, cobalah belajar memaafkan dirimu sendiri. Kamu boleh jadi mudah memaafkan kesalahan orang lain, kini saatnya kamu belajar memaafkan dirimu sendiri."
.
Begitulah kiranya pesannya. Saat aku gagal, aku boleh sedih. Tapi hanya untuk sementara. Setelah itu, aku hanya perlu MEMAAFKAN diriku sendiri. Aku boleh jadi gagal sekarang, tapi aku sudah maafkan diriku. ~Kini, di hari yang baru, di tahun yang baru, semoga harapan baik itu akan terwujud satu persatu~
}
Teruntuk @30haribercerita terimakasih banyak sudah memberikan pembelajaran tentang memaafkan. Menulis adalah salah satu cara untuk memaafkan.
#30hbc #30hbc1901 #30haribercerita
30 Hari Bercerita
Bismillahirrahmanirrahim~
.
Finally, aku bulatkan tekad untuk mengikuti @30haribercerita . Setelah ku renungkan, ngga ada ruginya juga. Malahan banyak manfaatnya. Setelah beberapa bulan vakum di Instagram karena memang sedang fokus di suatu hal~ akhirnya aku mulai pemanasan menulis (nge-blog) di sini (biasanya nulis, tapi ngga berani show up di IG, ngga PD). :D
.
Sebelumnya saya izin ya, nyepam tiap hari dengan caption yang panjang. Kalau ada yang berkenan mau baca, terimakasih sekali. Boleh banget kasih saran agar ngga ngebosenin dilihat dan di baca.
.
So, mulai tanggal 1 Januari 2019 saya akan rutin 30 hari nge-blog di IG. Semoga Istiqomah untuk tetap menulis:)
.
FYI, aku dan Mbak @nfditautami bikin grup WhatsApp buat reminder setiap harinya. Mengantisipasi kalau ada yang lupa atau ngga sempet nge-post, ada yang bakal ngingetin. Di grup itu hanya ada aku dan @nfditautami ~
.
Kamu tertarik? Ikutan yuk! :)
.
See yaaa! ----------------------------------------------------------------
Salam Literasi!
#30hbc
#30hbc19
#30haribercerita
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengakhiri
Sunyi sepi, dan sendiri mengajarkan banyak hal--- paling utama adalah mengenal diri sendiri. ternyata, mengakhiri dengan baik-baik itu leb...
-
Kamis, 15 Maret 2018. Melengkapi dan merevisi administrasi guru. Masih belum ada yang baru aktivitasnya, pagi piket di depan dilanjutkan d...
-
Selasa, 13 Maret 2018 Hari ini seharusnya sudah harus lebih baik dari hari kemarin. Banyak amanah yang harus segera diselesaikan dengan ...
-
Drama Reply 1988 Reply 1988 adalah salah satu drama yang memiliki tingkat ketertarikan yang sangat tinggi. Dari drama ini aku banyak be...