Belajar dari perjalanan yang memberikan kesempatan untuk memaafkan dan mengikhlaskan.
Senin, 11 Maret 2019
19 JANUARI 2019 "JALAN AJA DULU"
{
.
Jalan aja dulu, kalau cocok kita nikah. "Simpel banget ngga sih?" Iya, kalau memang cocok, ngapain harus ribet. Hal yang harusnya bisa mudah, seringkali dibuat susah. Terlalu khawatir sama masa depan membuat kesempatan terbaik jadi hilang.
Setiap orang memiliki kriteria cocok yang berbeda-beda. Aku juga punya kriteria "cocok" untuk memilih teman hidup. Harapannya setelah memutuskan menikah dengan dia, tidak akan ada lagi rasa kecewa di setiap detik bersamanya.
Kecocokan ini menjadi penting saat nikah. Barangkali menurut kita cocok, tapi menurut dia tidak cocok. Ya sudah, jangan dipaksakan. Jalan aja dulu.
Biarkan petualangan dimulai setiap hari. Setiap pertemuan dengan siapapun adalah berkah, begitu bukan? Semoga akan berhenti pada jalan kecocokan itu. Kalau dia yang menurut kita cocok namun kita tidak cocok menurutnya, jalan aja dulu. Masih ada milyaran manusia di bumi.
Sekali lagi :) soal nikah bukanlah ajang untuk memilih teman hidup "lebih tampan" "lebih kaya" "lebih cerdas" "lebih berwibawa" "lebih tajir". Nikah bukanlah ajang untuk menghilangkan rasa kesendirian dan ke-jomblo-an. Soal teman hidup yang belum kunjung datang bukanlah penderitaan. Mulai petualangan lagi hari ini ya!
JALAN AJA DULU, KALAU COCOK KITA NIKAH
.
(Ditulis oleh seseorang yang masih single dan berpetualang setiap hari; nikah menjadi salah satu hal yang belum pernah ia rasakan. Jadi; ini sudut pandang sederhana sang petualang)
.
}
#30HBC
#30HBC1919
#30HARIBERCERITA
#NIKAH
#JOURNEY
#HAPPYEVERYDAY
18 JANUARI 2019 "HUJAN"
{
.
HARAP TENANG || HUJAN ADALAH BERKAH
___________________________________________________ "Kok hujan datang lagi ya? Ngga habis-habis airnya" keluhku pada semesta. "Aku kan harus segera balik ke rumah, udah ada yang nunggu nih" ujarku dalam hati. Tiba-tiba ada suara lirih yang membisiki ditelingaku "Harap tenang, hujan kan salah satu berkah". Entah, darimana suara itu datang.
Aku tetap saja kesal. Aku ingin segera mengendarai sepeda butut ku. Walau membawa mantel, sepertinya tidak akan melindungi dari basahnya air hujan. Malaikat ๐ผ dan setan ๐ sedang berdebat.
Akhirnya aku sadar, bisikan itu berasal dari makhluk yang selalu ada di sisi kanan dan kiri ku. Kali ini malaikat ๐ผyang menang! Yosh! Malaikat berhasil memenangkan egoku. Kata dia:
Tenang, hujan mengajarkan banyak hal. :) Saat kamu melihat air jatuh ke bumi, itu berati kamu sedang menyaksikan sebuah kerinduan hebat antara langit dan bumi. Satu-satunya cara langit menyampaikan rasa cintanya pada bumi yang sedang kepanasan.
Tenang, di setiap tetesan air hujan selalu ada berkah. :) Saat kamu merasakan air dingin yang membasahi tubuhmu, itu berati kamu sedang baik-baik saja. Kamu sehat dan masih bisa menikmati tetesan air hujan.
Tenang, di saat hujan selalu ada waktu mustajab untuk berdoa. :) Saat kamu beradu dalam derasnya aliran air, itu saatnya melangitkan doa-doa. Apapun doamu, sampaikanlah. Bukankah semua harapan harus di muarakan pada doa-doa pada-Nya?
Tenang, di saat hujan pun bisa menghipnotis dirimu. :) Saat hujan turun, selalu ada lagu yang hanya bisa di dengar oleh mereka yang rindu. Bukankah saat ini kamu sedang merindu? Tiba-tiba ingatan masa lalu mu beresonansi. Kamu tersenyum tipis dan melupakan kekesalan mu pada hujan (๐ผ Malaikat sangat berbahagia diatas penderitaan ๐ setan. Dia telah berhasil membuatku tenang)
Kini, saat hujan turun aku selalu berhenti sejenak. Aku berteduh sejenak sambil memakai mantel. Ahiyaa, kalau hujannya deras #haraptenang ya, istirahatlah sebentar. Setelah itu, siap-siaplah melompat lebih tinggi. :))
.
18 Januari 2018. 0:00 WIB
HUJAN TURUN SEMAKIN DERAS
}
#30hbc19
#30hbc1918
#30hbc19tenang
#30haribercerita
17 JANUARI 2019 "90'AN"
{
.
Permen
permen /per·men/ /permรฉn/ n gula-gula yang bau dan rasanya mengandung campuran minyak perangsang (dari tumbuhan)
Adakah yang tidak mengenal permen? Pasti semua sudah kenal dengan permen, kecuali anak bayi baru lahir. Permen yang ada di Indonesia banyak jenisnya. Ada permen karet, lolipop, marshmellow, jelly, dls. Berikut adalah permen top hits generasi '90an versiku:
1. Permen Hot-hot Pop (bikin gaya makin ngetop) "sambil nyanyi". Permen yang identik dengan bentuk kaki dan memberikan bekas warna merah pada lidah. Permen legendaris yang banyak dinikmati anak generasi '90an hingga sekarang. Harga di tahun 2000 masih 100 perak. Harga pasaran sekarang 500 perak.
Kenapa bentuknya harus kaki? Padahal kaki identik dengan kotor dan bau. Sejauh ini, permen ini sangat laris dan banyak memberikan sensasi berbeda.
2. Permen "YOSAN". Ini salah satu jenis permen karet yang mempunyai banyak rasa; ada jeruk, melon, stroberi. Harganya sangat murah, di tahun 2000 masih 100 perak. Kalau sekarang paling minimal 500 perak.
Kenapa dulu hobby banget makan permen ini? Alasannya bukan karena rasa yang membuatnya spesial, melainkan kuis untuk mengumpulkan setiap huruf dari tiap bungkus permen karet ini, hingga membentuk kata 'YOSAN'. Sepertinya huruf 'N' hanya sebuah mitos atau huruf ‘N’ ini memang disembunyikan. Haha.
Dimanakah huruf "N"? Sekarang aku sadar, selama ini makan permen Yosan hanya ingin mencari huruf "N" dan sekotak hadiah yang tak kunjung kudapatkan hingga tahun 2019.
3. Permen Davos. Entah, permen ini juga sudah terkenal dari kalangan apapun. Rasanya mint dan agak pedas gitu. Kata bapak, kalau ngga ngerokok biasanya makan permen Davos. Akhirnya, stop merokok tetapi masih rutin makan permen ini. Faktanya, permen ini tidak pernah di iklankan namun tetap laris manis.
Udah ya, cukup itu saja. Bahagia itu emang kadang sesederhana itu. Ada permen yang menemani pahitnya perjalanan dan perjuangan kita :)) ya, setidaknya menjadi ada manis-manisnya gitu di hidup kita. Haha
See yaaaa!
.
}
#30hbc19
#30hbc1917
#30haribercerita
@30haribercerita
16 JANUARI "ANTRI"
{
.
Profesiku saat ini menjadi seorang pendidik. Salah satu hal penting yang tidak lepas dari seorang pendidik yaitu menjadi sosok teladan. Teladan bagi murid-murid dan juga masyarakat. Berat ternyata.
Aku sering khawatir saat murid-murid tidak menguasai materi dioda, transistor, capasitor, op-amp, sensor dan aktuator. Materi-materi dasar tentang elektronika yang tidak bisa mereka pahami. Tidak jarang aku berbicara di depan kelas "ini materinya dasar banget lho ya, kalau ini ngga bisa, gimana dong materi selanjutnya?" Aku terdiam. Ternyata ada hal yang lebih penting yang harus diperhatikan. Tidak melulu mengenai materi pembelajaran.
Bagaimana kalau murid-murid ku tidak bisa mengantri? Bagaimana kalau untuk berbaris rapi di pom bensin saja mereka tidak sabar?
Perkara ini bukan hal yang sederhana. Ini mengenai karakter yang harus dibentuk sejak kecil. Mungkin, untuk mempelajari tentang elektronika hanya butuh beberapa jam saja. Namun untuk memiliki karakter "sabar dalam mengantri" itu butuh waktu yang lama.
Budaya mengantri bisa menjadi tolok ukur di suatu negara, loh. Banyak hal yang bisa dipelajari dari mengantri seperti menghargai orang lain, bersabar, paham akan hak dan kewajiban. Jadi, jangan lupa untuk mengantri ya!:) Kalau hal sepele saja diperhatikan, pasti hal besar juga diperhatikan. Apapun alasannya, kalau belum gilirannya, jangan menyerobot.
Pesan ini juga untuk diri sendiri. Masih sama-sama belajar. :)
(PS : ambil foto ini dari radius aman menggunakan ponsel di pom bensin) }
#30hbc19
#30hbc1916
#30haribercerita
@30haribercerita
15 JANUARI 2019 "KASIH SAYANG"
{
.
Aku pernah berfikir, bagaimana hewan berkasih sayang? Tiba-tiba momen ini menjawab semua rasa penasaran ku.
Sore itu, di Goa Kreo Gunung Pati Semarang aku melihat banyak sekali monyet. Ada yang duduk sambil makan timun, ada yang menggoda pengunjung, ada yang sibuk lompat-lompat, dan ada yang sedang berpelukan.
Aku mencoba mengambil momen bagus itu dengan jarak jauh, takut kalau mengganggu suasana dua monyet itu. Ternyata monyet itu tidak merasa terganggu, akhirnya aku ambil foto dengan jarak yang sangat dekat. Tiba-tiba monyet itu lebih erat berpelukan. "Apakah aku menakuti monyet itu?" Kataku dalam hati. Ahiyaa, bukan karena takut. Hewan juga membutuhkan kasih sayang. Sejak saat itu aku sadar bahwa setiap makhluk hidup punya cara tersendiri dalam berkasih sayang.
Terus, mengapa masih banyak orang yang berkata "hei, perilaku mu seperti hewan saja. Ke hutan saja sana!". Padahal tidak semua hewan seperti itu. Bedanya manusia dan hewan terletak pada "akal". Manusia diberikan akal untuk berfikir, kalau hewan tidak.
Bahkan di ayat suci menyatakan bahwa "manusia seperti binatang yang paling buruk" (QS Al Anfal 8 : 22)
Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.
Akhirnya jangan heran, mengapa banyak manusia yang lebih buruk dari hewan. Manusia yang enggan berkasih sayang dengan sesamanya. Kalau hewan saja bisa hidup damai berdampingan, bukankah manusia yang "berakal" harusnya bisa lebih baik dari itu? :)
.
}
#30hbc19
#30hbc1915
#30haribercerita
@30haribercerita
14 JANUARI 2019 "TITIPAN"
{
.
Rasa aman.
Menenangkan sekali hidup di lingkungan yang tak perlu khawatir lagi tentang kehilangan. Setiap hari aku tertunduk dan bersyukur saat melihat tas berserakan di sepanjang lantai sekolah. Ini berarti tingkat kehilangan sangat rendah.
Bagaimana bisa semua barang yang terletak di lantai sekolah tidak hilang? Bukankah selalu ada barang berharga di dalam tas? Dompet, HP, laptop, dan barang yang lain. Semua aman terkendali.
Ternyata untuk menciptakan suasana aman tidaklah mudah. Dulu, sering sekali terjadi kehilangan di masjid kampus. Kehilangan di sebuah tempat suci yang digunakan untuk menghadap Sang Pencipta, lucu ya?
Pada akhirnya, aku sadar bahwa apa yang dirasa milik diri sendiri, hakikatnya titipan dari Tuhan. Semua titipan. Namun jangan pernah lalai, semua tetap harus dirawat dan dijaga.
Bersyukurlah karena masih ada tempat aman di bumi ini. Tempat yang selalu memberi rasa nyaman, aman, dan tentram saat kita meninggalkan apapun itu. Saat barang tertinggal pun masih ada tangan-tangan yang baik menyimpan dan memberikan kepada kita.
Bukankah ini salah satu cinta Tuhan? Memberikan hunian dan tempat yang nyaman? :)
.
}
#30hbc19
#30hbc1914
#30haribercerita
@30haribercerita
13 JANUARI 2019 "(M)UNDUR"
{
.
undur-undur /un·dur-un·dur/ n binatang kecil yang suka membuat lubang seperti kawah di tanah berdebu untuk menjebak (misalnya semut), kalau berjalan selalu mundur. Undur-undur disebut juga sebagai "singanya para semut"
Keren lho! Dulu saat masih kecil aku sebagai pemburu undur-undur. Setiap lantai rumah yang masih berupa tanah kering selalu jadi hunian untuk mereka.
Bahagia memang saat mencari undur-undur, hanya berbekal lidi kecil dan menggelitiki tanah. Undur-undur akan merasa terganggu dan keluar dari sarangnya. Woaw, setiap kali berhasil mendapatkan undur-undur, temanku akan bilang "kita jadi orang kaya! Sudah punya banyak undur-undur, nanti kita jual untuk jadi obat" katanya.
Rumornya, pil-pil obat itu di dalamnya terdapat undur-undur. Dulu, aku percaya saja. Aku lakukan kegiatan memburu undur-undur hingga semua habitatnya musnah. Semua lantai di depan rumah telah menjadi keramik.
Aku kehilangan pekerjaan di masa kecil. Aku kehilangan profesi keren itu. Hingga akhirnya aku berganti profesi untuk menjadi seorang peniup balon. Semua berlangsung cepat.
Dewasa ini, aku selalu bahagia kalau melihat tanah kering dan berlubang kecil. Aku berteriak "Yes, aku menemukan kembali harta karun masa kecilku!". Ini profesi yang sangat menguntungkan pikirku.
Satu hal yang membuatku sedih, benarkah ada yang mau membeli undur-undur ku? Katanya kalau dijual akan menghasilkan banyak uang? Katanya buat bahan obat? "Kalau iya, kenapa tidak ada yang ternak undur-undur" keluhku.
Ahiyaa, ternyata aku hanya rindu masa kecil. Jauh-jauh ke Imogiri hanya untuk menggali undur-undur. Aku lupa, aku bukan anak kecil lagi. Tapi nggapapa :) Pernah sebahagia itu saat menjadi pemburu undur-undur. ๐
.
}
#30HBC
#30HBC1913
#30haribercerita
@30haribercerita
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengakhiri
Sunyi sepi, dan sendiri mengajarkan banyak hal--- paling utama adalah mengenal diri sendiri. ternyata, mengakhiri dengan baik-baik itu leb...
-
Kamis, 15 Maret 2018. Melengkapi dan merevisi administrasi guru. Masih belum ada yang baru aktivitasnya, pagi piket di depan dilanjutkan d...
-
Selasa, 13 Maret 2018 Hari ini seharusnya sudah harus lebih baik dari hari kemarin. Banyak amanah yang harus segera diselesaikan dengan ...
-
Drama Reply 1988 Reply 1988 adalah salah satu drama yang memiliki tingkat ketertarikan yang sangat tinggi. Dari drama ini aku banyak be...