Belajar dari perjalanan yang memberikan kesempatan untuk memaafkan dan mengikhlaskan.
Senin, 11 Maret 2019
6 JANUARI 2019 "PERGI SELAMANYA"
Bagaimana bisa aku mengucapkan "kuat ya" padahal air mataku tiada berhenti mengalir?
Bagaimana bisa aku menasihati "tabah ya" sedangkan aku sedang lemah tak berdaya?
Bagaimana bisa aku tidak rela malaikat kecil dan ibunya dipanggil menghadap Ilahi?
Bukankah memang sudah tercatat di lauhul mahfudz kalau hari ini mereka di panggil ke hadirat-Nya?
Mengapa aku tidak percaya bahwa mereka telah tiada?
Baru kemarin sore aku ingin mengunjungi mu, Dik Faiz. Aku ingin melihat senyum dan tingkah lucumu. Baru kemarin aku ikut mengantarmu ke PAUD. Baru kemarin kamu mengganggu ku saat aku memegang HP.
Terimakasih sudah mengingatkan ku. Hidup memang tentang menunggu dipanggil kembali ke sisi-Nya. Jadi, sudah tidak boleh menangis lagi ya? Harus kembali bangkit. "Yang Kuat. Bertahanlah". Sekali lagi, Bolehkah aku menangis lagi saat kuingat senyuman itu?
Cangkringan, 6 Januari 2019.
#KuatPart2
#30hbc1906
#30haribercerita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengakhiri
Sunyi sepi, dan sendiri mengajarkan banyak hal--- paling utama adalah mengenal diri sendiri. ternyata, mengakhiri dengan baik-baik itu leb...
-
Drama Reply 1988 Reply 1988 adalah salah satu drama yang memiliki tingkat ketertarikan yang sangat tinggi. Dari drama ini aku banyak be...
-
{ Pasti pernah dengar kan tentang petuah "Uang bukanlah segalanya, namun segalanya butuh uang"? Ya, benar. Aku sering dengar ...
-
Hari Senin, 5 Maret 2018 aku bersama 12 teman PPG Prajabatan Bersubsidi diterjunkan ke lapangan dibersamai oleh Bapak Totok Heru, Dosen Juru...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar